FotografiBelajarKamera

Pengertian, Komponen dan Cara Kerja Kamera DSLR dalam fotografi

Apa yang dimaksud dengan kamera DSLR? DSLR Singkatan dari? Apa itu DSLR? Iya bagi kalian yang baru pertama kali terjun kedunia fotografi mungkin pernah menanyakan pertanyaan di atas. Bagi seorang pemula kalian wajib mengetahui tentang pengertian kamera DSLR.

Pengertian Kamera DSLR

DSLR adalah singkatan dari “Digital Single Lens Reflex“. Secara sederhana, DSLR adalah kamera digital yang menggunakan mekanisme cermin untuk memantulkan cahaya dari lensa kamera ke viewfinder (Jendela Bidik Optik) yang merupakan lensa mata di bagian belakang kamera yang digunakan untuk melihat apa yang fotografer potret, atau meneruskan cahaya masuk ke sensor gambar dengan menggerakan cermin keatas.

Sebelum kemunculan kamera DSLR sudah ada kamera SLR (Single Lens Reflex) sejak abad ke-19 dengan film sebagai media perekaman gambar, dan pada tahun 1991 munculah kamera digital komersial pertama yang menggunakan sensor gambar. Dibandingkan dengan kamera poket atau kamera point-and-shoot, kamera DSLR biasanya menggunakan lensa yang dapat diganti.

Bagian bagian dan fungsi dari Organ dalam kamera DSLR

Lihat gambar dibawah yang menunjukan komponen yang ada di dalam kamera DSLR

Foto : Wikipedia
  1. Lensa Terdiri dari elemen-elemen lensa majemuk yang disusun berderet, serta sebuah celah aperture yang bisa melebar dan menyempit. Secara umum lensa-lensa kamera ini berfungsi untuk mengatur bagaimana view yang dibidik akan tampil pada hasil gambar nantinya.
  2. Reflex Mirror atau Cermin Pantul ini terletak di depan Sensor Digital. Tugasnya selain melindungi sensor dari cahaya atau debu saat kamera sedang tidak mengambil gambar, juga sebagai salah satu komponen penyalur cahaya/view menuju viewfinder. Adanya cermin inilah yang membuat sebuah kamera SLR/DSLR unik dari kamera lainnya.
  3. Shutter / Focal plane shutter berfungsi sebagai semacam tirai yang melindungi sensor digital agar tak terekspos cahaya. Saat tombol shutter ditekan, barulah focal plane ini membuka dan mengijinkan sensor digital untuk terekspos cahaya.
  4. Sensor pada kamera berfungsi untuk menangkap cahaya (gambar yang dibidik) dan mengubahnya menjadi data digital agar dapat diproses atau disimpan secara digital. Sensor digital umumnya berupa sebuah papan kecil yang terdiri dari jutaan elemen yang sensitif terhadap cahaya. Di depan sensor digital ini terdapat semacam katup penutup yang disebut focal plane (Gambar 3).
  5. Focusing Screen, Komponen ini adalah komponen utama dalam teknologi autofokus. Focusing screen adalah sebuah layar transparan kecil yang befungsi untuk mendeteksi keadaan fokus suatu gambar yang dibidik. Prosesor mengecek keadaan fokus gambar melalui focusing screen untuk kemudian memerintahkan motor pada lensa untuk memaju/mundurkan elemen lensa hingga fokus lensa tepat berada pada obyek yang diinginkan. Pola titik-titik autofokus yang terlihat dari viewfinder saat kita membidik view adalah pola dari focusing screen ini.
  6. Condenser Lens, Tujuan dari lensa kondensor adalah untuk menyelaraskan sinar cahaya ke jalur yang lurus.
  7. Pentaprism adalah sebuah elemen lensa atau susunan cermin yang berbentuk hampir segi lima tak sama sisi yang berfungsi memantulkan view yang diteruskan dari focusing screen sebanyak 2 kali dengan sudut 90° sehingga view yang awalnya terbalik, menjadi tidak terbalik saat tiba di viewfinder.
  8. Viewfinder adlah sebuah layar kecil yang digunakan fotografer untuk ‘mengintip’ view yang dibidik kamera sebelum mengambil gambar. Karena hanya untuk kepentingan preview (dan aspek keterbatasan teknis), pada kebanyakan D-SLR entry level, viewfinder ini hanya memuat sekitar 85-98% dari view yang akan ditangkap sensor.

Cara kerja kamera DSLR

Objek apapun yang kamu lihat pada saat mengintip melalui viewfinder , itu merupakan view objek yang bakal menjadi hasil akhir dari foto/gambar yang kamu potret.

Cara kerjanya sangat kompleks dimana cahaya dari view yang kita lihat akan masuk melewati lensa dan menuju ke cermin pantul, lalu kemudian cahaya diterukan ke pentaprisma. Di dalam pentaprisma cahaya akan diarahkan menuju dua cermin terpisah yang kemudian diubah dari posisi vertikal menjadi horizontal, dan kemudan cahaya akan diteruskan ke viewfinder.

Pada saat kita memotret, cermin pantul akan berayun ke atas dan membiarkan cahaya yang masuk dari lensa akan maju lurus dan kemudian Shutter / Focal plane shutter akan terbuka. Sehingga cahaya akan masuk kedalam sensor digital.

Shutter / Focal plane shutter akan terbuka sesuai waktu yang sudah di tentukan dalam pengaturan shutter speed, sensor digital akan terus merekam informasi cahaya yang berasil masuk, dan kemudian cermin pantul akan kembali pada posisi awal. Hal tersebut mengakibatkan cahaya yang masuk ke sensor terpantul dan kembali muncul di viewfinder.

Ketika gambar berhasil direkam oleh sensor digital maka selanjutnya processor akan memproses data tersebut lalu diubah menjadi format yang sesuai. Contohnya JPEG atau RAW dan kemudian gambar tersebut akan disimpan kedalam memory card kamera.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button