BelajarDesain

Pengertian Tone and Manner dalam dunia desain grafis

Jika kalian pernah bekerja di suatu agensi grafis desain atau periklanan pasti sering mendengar kedua kata ini “tone and manner”. Karena biasanya di dalam Job brief terdapat kalimat tone and manner ini. Namun bagi kalian yang belum pernah bekerja tentu bertanya-tanya apa itu toone and manner. Nah di artikel ini saya akan menjelaskan ke kalian pengertian tone and manner.

Saya mulai mengerti tone and manner ketika sedang mengerjakan tugas kuliah, pada saat itu saya diharuskan menentukan tone and manner dari projek yang akan saya buat. Untungnya dosen saya waktu itu menjelaskan secara singkat apa itu tone and manner, nah darisitulah saya mengerti apa itu tone and manner dan selanjutnya saya tuliskan ke blog ini biar teman-teman semua juga bisa mengetahui secara singkat tone and manner itu.

Tone and manner

Sebelumnya saya ingin bertanya kekalian. Apa saja sih yang kalian pikirkan jika mengerjakan sebuah desain? Untuk siapa desain tersebut dibuat? Bagaimana bentuk lay-out dan warnanya? Ukurannya? (Jika membuat desain tertentu seperti packaging, undangan, buku atau brosur). Gambarnya seperti apa (foto atau illustrasi). Font yang digunakan apa? dan masih banyak pertanyaan selama proses mendesain.

Nah pertanyaan di atas sebenarnya bisa dijawab dengan dua kata yaitu “Tone and Manner”

Jadi jika tone and manner dari desain brosur apartemen adalah modern, elegan, dan simpel maka kalian sudah bisa menjawab semua pertanyaan di atas. Atau contoh lainnya yaitu desain poster untuk produk kecantikan dengan target audiencenya remaja kalian bisa membuat tone and mannernya adalah Feminim, dinamis, dan modern.

Dengan beberapa refrensi kata dari Tone and manner yang kalian buat makan kalian bisa menyimpulkan desain seperti apa yang akan dibuat dan tidak perlu lagi berfikir terlalu banyak. Misal kita sudah tau bahwa di tone and manner kita itu desainnya harus feminim dan modern, tentu kita sudah bisa mencari font yang berkarakter feminim dan modern yang cocok, begitupun dengan warna, terus mungkin akan lebih cocok menggunakan illustrasi ketimbang foto, dan sebagainnya. Nah untuk membantu kalian dalam membuat desain, kalian bisa mencari refrensi dengan tone and manner yang sekiranya sama di internet.

Sebagai contoh kalian bisa melihat brief tone and manner dari DKV UNPAS : Mimpi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Di brief tersebut menjelaskan tone and mannernya adalah “Humanis, dinamis, kreatif” berarti kalian harus membuat sebuah desain yang humanis, dinamis, serta kreatif di dalamnya.

Kesimpulannya

Tone & Manner dari sebuah Brand bisa diartikan serangkaian sifat, nilai dan kepribadian yang dimiliki oleh Brand tersebut. Karena Brand memiliki personalitas layaknya manusia, maka cara kita untuk menentukan Tone & Manner sebuah brand adalah dengan mengasosiasikannya dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia.

Mungkin kita pernah mendengar percakapan seperti ini, “Tolong buatkan logo untuk perusahaan saya yang bergerak dibidang farmasi. Perusahaan Saya ini modern, kokoh, dan dewasa”. Secara tidak sadar, serangkaian kata sifat yang kita temui tadi adalah Tone & Manner. Kata-kata yang menggambarkan sifat sang perusahaan layaknya menggambarkan sifat manusia.

Kata-kata kunci inilah yang menjadi acuan penting bagi seorang desainer untuk menggarap project yang sedang ia kerjakan. kata-kata ini menjadi semacam panduan yang nantinya akan dijabarkan menjadi Mood board, pemilihan warna, jenis tipografi yang dipakai, tata letak, serta elemen-elemen visual lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button